Spiga

Pilpres..Ternyata Tidak ada manusia yang menjadi Presiden Seperti Ummar Bin Khattab

Pada suatu hari, Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a naik mimbar dan berkhutbah, "Wahai, kaum muslimin! Apakah tindakanmu apabila aku memiringkan kepalaku ke arah dunia seperti ini?"
----------Menjalankan Pemerintahan Pada suatu hari, Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a naik mimbar dan berkhutbah, "Wahai, kaum muslimin! Apakah tindakanmu apabila aku memiringkan kepalaku ke arah dunia seperti ini?" (lalu beliau memiringkan kepalanya). Seorang sahabat menghunus pedangnya. lalu, sambil mengisyaratkan gerakan memotong leher, ia berkata, "Kami akan melakukan ini." Umar bertanya, "maksudmu, kau akan melakukannya terhadapku?" Orang itu menjawab, "Ya!" lalu Amirul Mukminin berkata, "Semoga Allah memberimu rahmat! Alhamdulillah, yang telah menjadikan di antara rakyatku orang apabila aku menyimpang dia meluruskan aku."


Menentang Pemborosan
Umar bin Khattab r.a mendengar bahwa salah seorang anaknya membeli cincin bermata seharga seribu dirham. ia segera menulis surat teguran kepadanya dengan kata-kata sebagai berikut: "Aku mendengar bahwa engkau membeli cincin permata seharga seribu dirham. Kalau hal itu benar, maka segera juallah cincin itu dan gunakan uangnya untuk mengenyangkan seribu orang yang lapar, lalu buatlah cincin dari besi dan ukirlah dengan kata-kata, "Semoga Allah merahmati orang yang mengenali jati dirinya." Khalifah Umar Meminjam Uang Pada suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab r.a membutuhkan uang untuk keperluan pribadi. ia menghubungi Abdurrahman bin 'Auf, sahabat yang tergolong kaya, untuk meminjam uang 400 dirham. Abdurrahman bertanya, "mengapa engkau meminjam dari saya? Bukankah kunci baitul maal (kas negara) ada di tanganmu? mengapa engkau tidak meminjam dari sana?" Umar r.a menjawab, Aku tidak mau meminjam dari baitul maal. Aku takut pada saat maut merenggutku, engkau dan segenap kaum muslimin menuduhku sebagai pemakai uang baitul maal. Dan kalau hal itu terjadi, di akhirat amal kebajikanku pasti dikurangi. Sedangkan kalau aku meminjam dari engkau, jika aku meninggal sebelum aku melunasinya, engkau dapat menagih utangku dari ahli warisku."

Umar Mengakui Kesalahan
Saat itu Umar bin Khattab r.a sedang berkhutbah," Jangan memberikan emas kawin lebih dari 40 uqiyah (1240 gram). Barangsiapa melebihkannya maka kelebihannya akan kuserahkan ke baitul maal." Dengan berani, seorang wanita menjawab,"Apakah yang dihalalkan Allah akan diharamkan oleh Umar? Bukankah Allah berfirman,......sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka sejumlah harta, maka janganlah kamu mengambil dari padanya sedikitpun.........(An Nisaa':20) Umar berkata," Benar apa yang dikatakan wanita itu dan Umar salah." Memutuskan Perkara Seorang wanita mengadu kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a, bahwa ia diperkosa. Karena ia melawan dan memberontak, maka air mani lelaki tersebut tertumpah dan mengotori pakaiannya. Sebagai barang bukti, diperlihatkannya pakaiannya yang terkena tumpahan cairan putih. Umar r.a. tidak segera percaya terhadap wanita itu. Ia meminta pendapat Ali bin Abi Thalib r.a. Ali r.a berkata, "Sirami tumpahan putih itu dengan air panas. Kalau bercak itu membeku, maka itu pasti putih telur. Dan kalau ia hilang dan lumat bersama air, maka itu adalah air mani." Ketika bercak itu disiram air panas, ternyata ia membeku. Umar r.a dan Ali r.a pun memutuskan bahwa pengaduan wanita itu palsu. Umar r.a. berkata kepada wanita itu, " Bertakwalah kamu kepada Allah, wahai wanita! Pengaduanmu ternyata bohong dan tuduhanmu palsu."
(sumber = milist daarut-tauhiid)

Menjual Sisir Pada Biksu Botak

Sebuah perusahaan "pembuat sisir" sedang mengembangkan dan melakukan ekspansi besar besaran, sehingga management merencanakan untuk merekrut seorang sales manager yang baru.
Perusahaan tersebut memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.
Pada seleksi tahap awal, para pelamar diberikan sebuah pertanyaan

- Jika anda diberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di wihara (yang semua kepalanya gundul) Bisakah anda melakukannya? Apa jawaban anda ?

a) Haah..mana mungkin , itu mustahil
b) Gile ajeeeee
c) Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya
d) Baiklah, saya akan coba
e) Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau lebih,)

Dari seleksi awal tersebut, terakhir tersaring 3 orang kandidat, Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir

Dari sekian banyak pelamar , akhirnya tersaring 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)
Sang pewawancara memberi tugas : "Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara.. Anda semua hanya diberi waktu 3 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu.
"Setelah 3 hari, mereka memberikan laporan.
Direktur penjualan bertanya pada Mr. A :"Berapa banyak yang sudah anda jual?"Mr. A menjawab: "Hanya SATU.
"Bagaimana caranya anda menjual?"Mr. A menjawab: "Para biksu di vihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean.
"Giliran Mr. B :"Berapa banyak yang sudah anda jual?"Mr. B menjawab : "SEPULUH buah." "Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."Kemudian,Terakhir sang direktur penjualan bertanya pada Mr. C :"Bagaimana dengan anda?"Mr. C menjawab: "saya berhasil menjual SERIBU buah!".Direktur dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran. "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"Mr. C menjawab:"Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana.Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'biksu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika biksu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"Pesan dari cerita iniKesuksesan menjual sangat ditentukan oleh SIKAPSeorang penjual yang sukses selalu melihat adanya peluang dari setiap kesulitan, mampu berpikir dan memiliki impian besar , pantang menyerah dan tetap memiliki harapan.Yang tidak boleh tertinggal juga adalah Kreatifitas .Kreatifitas yang akan membedakan orang sukses dengan orang yang biasa biasa.

Copy Paste dari http://irmamustika.blogspot.com

Tarif Kirim JNE